Cinta Pangeran Es by Dinni Adhiawaty | Book Review



 
Judul : Cinta Pangeran Es
Penulis : Dinni Adhiawaty
Penerbit : Penerbit KataDepan
Tahun Terbit : 2016
ISBN : 978-602-6805-94-2
Jumlah Hlm : viii + 256 hlm
*

Kaku, dingin, dan saat bicara selalu menyakitkan hati. Itu Andra, si Pangeran Es versi Cinta. Bertahun-tahun, Cinta mencoba melupakan kenangan buruk gara-gara si Pangeran Es. Bertahun-tahun, Cinta mencoba membunuh perasaannya.
Tentu saja, itu tidak pernah berhasil. Dalam satu pertemuan tidak sengaja, Cinta langsung masuk lagi ke dalam harapan-harapan yang dia bangun sendiri. Dia bertanya-tanya, apakah harapannya mampu mencipta bahagia? Atau, justru akan lebih menyakitkan dari sebelumnya?
Pernahkah kamu melakukan semua hal untuk mendapatkan sebuah cina yang sempurna? Pernahkah kamu merasa semakin hari semakin sulit menggenapkan harapanmu?
Cinta pun merasa begitu. Untuk cintanya, untuk Pangeran Es, dia sudah melakukan semuanya. namun, benarkah cinta yang sempurna itu benar-benar nyata?

*


“Jika takdir sudah mengikat, perpisahan hanya jalan untuk membuatnya lebih erat.” | Hlm. 247


Berkisah tentang Cinta yang harus dipertemukan kembali dengan cintanya di masa lalu. Pertemuannya dengan Andra—sang cinta di masa lalu—membuat usaha Cinta selama ini untuk melupakan pria itu sia-sia.
Bukan tanpa alasan Cinta melupakan Andra. Andra adalah kakak dari sahabatnya—Andara—yang memiliki sifat sedingin es. Saat SMP, Cinta memang memendam perasaan pada Andra, namun karena Andara yang keceplosan di depan Andra dan teman-temannya, Cinta harus mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan. Ia harus menjadi korban kejahilan teman-teman Andra yang membuatnya merasa sangat malu.
Sejak saat itulah, Cinta berusaha menghilangkan perasaannya terhadap Andra. Namun, saat harus dipertemukan kembali setelah bertahun-tahun, Cinta tak bisa menyangkal bahwa ia masih menyukai Andra.
 Setelah pertemuan itu, takdir Tuhan membuat Cinta harus berhubungan dengan Andra. Terkadang, dengan keberadaan Andra Cinta merasa sebal karena sikap dingin pria itu belum berubah juga. Namun, tak bisa ditampik bahwa bersamaan dengan itu, harapan-harapan muncul kembali. Hingga suatu hari, salah satu harapan itu perlahan mulai tergenapi. Cinta dan Andra akan menikah. Apakah mereka benar akan menikah? Apakah Cinta berhasil menggenapi harapan-harapannya? Atau justru lebih menyakitkan dari apa yang ia alami saat remaja?

Tidak akan ada manusia yang sempurna, tapi selalu ada pasangan jiwa yang dapat membuatmu merasa sempurna. | Hlm. 247

Cinta Pangeran Es adalah tulisan pertama Dinni Adhiawaty yang kubaca. Cinta Pangeran Es dulunya diunggah di Wattpad. Di website berbagi cerita tersebut, Cinta Pangeran Es mendapat sambutan yang sangat baik dari para pembaca (saya adalah salah satu pembacanya). Setelah tayang di wattpad, penulis kemudian menerbitkan buku ini melalui jalur indie. Setelah beberapa bulan diterbitkan dalam versi penerbit indie, Penerbit KataDepan menerbitkannya dalam buku cetak dan menyebarkannnya ke seluruh toko buku di Indonesia. Saya tidak terkejut dengan itu. Di tengah gempuran pasar novel wattpad, Cinta Pangeran Es hadir meramaikan. Cinta Pangeran Es memang pantas untuk diterbitkan oleh penerbit mayor!
Buku ini berkisah tentang cinta. Tema yang sangat umum, namun selalu sangat menarik untuk diikuti ceritanya. Cinta lama yang bersemi kembali di cerita ini membuat gemas. Bagi saya pribadi, kisah tentang gagal move on memang bacaan yang menarik, yah... asalkan “eksekusi gagal move on”-nya dikemas dengan menarik sih.
Nah, Cinta Pangeran Es ini adalah salah satu novel yang berhasil mengusung topik “gagal move on” menjadi menarik. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya di ringkasan ceritanya, upaya move on-nya gagal karena satu pertemuan saja. Bayangkan saja seberapa ampuhnya pesona si Andra ini! Bagi saya, Andra adalah salah satu tokoh novel yang fangirling-able(?), hehehe. Membuat saya terus membalik halamannya terus menerus.
Jika berbicara tentang betapa page-turning-nya novel ini, maka saya harus membahas pula alasan lain mengapa novel ini begitu page turning. Novel ini dikisahkan dengan gaya bahasa yang begitu renyah dan santai. Kak Dinni berkisah dengan begitu luwesnya hingga pembaca merasa tidak bosan. Pembagian babnya juga proporsional sehingga terasa cepat sekali saat membacanya.
Salah satu alasan lain mengapa novel ini begitu page turning adalah kompleksnya permasalahan dalam novel ini. Sebenarnya, akan ada dua kemungkinan bagi novel dengan masalah yang kompleks; pertama, akan terasa membosankan dan yang kedua, akan terasa menyenangkan dan membuat penasaran. Cinta Pangeran Es adalah yang kedua. Masalah-masalah yang dihadirkan penulis membuat pembaca penasaran bagaimana kelanjutan kisahnya. Kisah “gagal move on” ini memang berliku, tapi mantap banget lah buat dibaca.
Sayangnya, menurutku alur pada bagian akhir novel ini cenderung semakin dipercepat, sehingga rasanya kurang puas dengan kisahnya. Selain itu, masih ada kesalahan ketik pada novel ini, tapi tidak masalah sih.
Meskipun novel ini tidak sempurna, dari novel ini aku belajar tentang kesabaran untuk mendapatkan cinta. Untuk menggapai cinta kita harus bersabar, untuk menjalin hubungan kita juga harus bersabar, apalagi untuk mempertahankan suatu hubungan, kita tentu harus bersabar banyak. Hidup itu tidak selalu mudah, ada kalanya masalah datang silih berganti dan yang perlu dilakukan kita—manusia—adalah menghadapinya sebaik mungkin.
Di tengah maraknya novel wattpad di pasaran novel saat ini, Cinta Pangeran Es adalah salah satu novel wattpad yang memang pantas untuk dipulikasikan penerbit mayor. Secara kualitas cerita, CPE memang memiliki daya tarik sendiri sehingga pembaca tidak akan rugi setelah memutuskan membeli/membaca buku ini.
Ah iya, aku sungguh menyukai cover Cinta Pangeran Es ini. Cover ini sederhana tetapi elegan, serta comot-able dan bikin pengen dikoleksi.
Terima kasih untuk bacaan yang begitu mengasyikkan ini! Sukses selalu, kakak penulis! J
3 stars untuk Pangeran Es yang Hangat! :p
“Sekeras apa pun aku berusaha, masa lalu nggak akan bisa berubah. Tapi, kamu tahu kalau kita mempunyai saat ini dan masa depan.” | Hlm. 159

XO,
PutriPramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon