President’s Order by Yuli Pritania | Book Review




Judul : President’s Order
Penulis : Yuli Pritania
Penerbit : Grasindo
Terbit : Januari, 2017
ISBN : 9786023757893
Jumlah Hlm : 280 hlm
*
STATUS O (PRESIDENT’S ORDER)
Perintah Penugasan Dari: Presiden Cho Yeong-Hwan
Agen NIS yang Ditugaskan: Han Hye-Na
Dalam Hal: Program Perlindungan Saksi
Klien: Cho Kyu-Hyun
Detail Penugasan:
Agen Han diperintahkan untuk menyamar menjadi istri dari klien selama yang dibutuhkan hingga klien kembali mendapatkan ingatannya yang hilang. Dalam jangka waktu tersebut, Agen Han diwajibkan melindungi klien dari kemungkinan percobaan pembunuhan.
***
HAN HYE-NA’S WEEKLY REPORT
WEEK 3 (LAPORAN PRIBADI UNTUK LEE DONG-HAE): 
Aku tidak akan bisa lolos dari misi ini hidup-hidup, kau tahu? Bagaimana jika aku kehilangan sesuatu? Dan, bagaimana jika sesuatu itu adalah hatiku? Jika aku bersedia kehilangan semuanya, melepaskan pekerjaanku, bolehkah aku bersamanya? Bolehkah dia... untukku?
*

Aku tidak akan pernah berkata ‘after you’ ataupun istilah ‘ladies first’ yang terkenal itu, karena aku akan selalu berjalan di sisimu, bukan di belakangmu.” | Hlm. 130

Han Hye-Na mendapat tugas dengan status O—permintaan khusus dari presiden yang bersifat personal. Tugas dengan status O itu adalah berpura-pura menjadi istri dari putra dari sang presiden, Cho Kyu Hyun. Han Hye-Na benar-benar tak menyangka akan mendapatkan tugas seperti ini, terlebih reputasi Han Hye-Na sama sekali tidak baik. Seorang agen perempuan NIS yang selalu mendapat perintah ‘bunuh’ kini harus menjalankan tugas perlindungan saksi.
Menurut sang presiden, Cho Kyu Hyun perlu mendapatkan perlindungan saksi setelah setelumnya klien tersebut terlibat dalam kasus yang mengakibatkannya kecelakaan. Sebagai akibat dari kecelakaan tersebut, Cho Kyu-Hyun mengalami koma dan begitu bangun mendapatkan amnesia parsial. Dalam keadaan itu, Hye-Na harus menjalani tugasnya sebagai “istri” dari Cho Kyu-Hyun dalam rangka melindunginya—meskipun sebenarnya Kyu-Hyun cukup mampu untuk melindungi dirinya sendiri.
Selama penugasan itu, Hye-Na harus berurusan dengan perasaannya. Dia tidak yakin dapat menjalankan tugasnya dengan benar karena diam-diam dia telah jatuh hati pada kliennya. Pesona Hye-Na sangat luar biasa bahkan Cho Kyu-Hyun tidak dapat menyangkalnya. Namun, Hye-Na tak yakin perasaannya dapat dilanjutkan karena ini semua hanyalah misi belaka.
 “Apa kau sudah mengingat sesuatu?”
“Belum.”
“Maka aku akan tetap bersamamu. Dan setelah itu juga, kalau kau mau.” | Hlm. 165
Lagi-lagi Yuli Pritania hadir dengan K-Fiction-nya. Kali ini Yuli Pritania menerbitkan stand alone, bukan bagian dari seri manapun meskipun masih tetap di penerbit yang sama, yaitu Grasindo.
Di novel ini, kita akan bertemu lagi dengan tokoh fiksi yang dipopulerkan Yuli Pritania melalui wordpress-nya. Tokoh tersebut adalah Han Hye-Na dan Cho Kyu-Hyun. Tokoh fiksi ini juga hadir dalam novel Yuli Pritania sebelumnya, 2060 dan 2060 Section 2.
Jika di 2060 series kita disuguhkan dengan topik kehidupan futuristis seorang pengusaha dan seorang agen, di President’s Order lebih membahas tentang kehidupan antar agen NIS (National Intelligence Service). Memang ada kesamaan antara 2060 dengan President’s Order ini, namun perlu digarisbawahi bahwa rasa dari kedua novel ini sangat berbeda. Di 2060 lebih membahas romansa antara tokoh-tokohnya, sementara President’s Order sarat akan politik (taktik-taktik dalam pelaksanaannya) serta adegan penyelamatan. [Note: saya hanya membaca 2060 saja] President’s Order jauh lebih dewasa daripada 2060 series.
Novel ini mengusung topik yang kurang saya sukai, yaitu politik. Saya kurang tertarik dengan tarik ulur dunia politik yang menjemukan. Namun, di novel ini politik, aksi, dan romansa menjadi satu bagian sehingga membuat muatan politiknya terdengar jauh lebih menyenangkan untuk disimak.
Mungkin yang membuat saya menyukai novel ini adalah penokohannya, terutama para protagonisnya. Saya rasa tokoh-tokoh dalam President’s Order ini sangat dewasa. Yaa, meskipun sifat/sikap dari protagonisnya tidak absolutely perfect karena masih ada sifat/sikapnya yang tidak patut ditiru. Di sini pembaca akan belajar bagaimana harus merencanakan hal di masa depan hingga suatu tindakan serta akibatnya. Nuansa politik dan kenegaraan lah yang membuat tokoh-tokoh di novel mendewasa seiring bertambahnya halaman yang dibaca.
Satu poin plus dari novel ini hingga membuat saya memberikan rating yang tinggi adalah alur yang sangat rapi dari novel ini. Adegan demi adegan terangkai dengan rapi. Timing permasalahan tokoh-tokohnya tidak menimbulkan perasaan bingung yang berarti karena timing penyelesaiannya sangat tepat—tidak terburu-buru maupun mengulur-ulurnya. Begitupula perpindahan antara selang waktu satu dan selang waktu yang lain juga sangat rapi. Dari alur yang rapi ini, saya sama sekali tidak merasakan adanya plot hole. Semua terasa sempurna. Padat namun ‘berisi’ sehingga tidak terkesan buang-buang kertas.
Gaya menulis penulis yang kaku juga membuat saya betah membaca. Baku namun tidak kaku, sangat luwes menjelaskan berbagai macam hal di sekitar para tokohnya. Saat menjelaskan perasaan para tokohnya pun terasa halus—tidak memaksakan pemikiran itu begitu saja pada pembacanya. Saya bukan pembaca yang mempermasalahkan suatu novel harus show saja atau tell saja, saya lebih suka saat show dan tell dipadukan dengan porsi yang pas. Porsi show dan tell dalam President’s Order terasa pas, bukan berarti sama rata, ya.
Oh ya, perlu ditekankan pula apa yang saya sebutkan sebelumnya kalau novel ini jauh lebih dewasa memang benar adanya. President’s Order bukanlah bacaan bagi orang-orang yang belum dewasa. Jika menilik aturan pemerintah tentang batasan usia anak-anak dan dewasa, maka pembaca setidaknya berusia 18 tahun untuk bisa membaca novel ini. Dewasa di sini maksudnya bukan cara berpikir yang dewasa saja, namun juga adegan dewasa. Memang benar bahwa di blurb sama sekali tidak menunjukkan novel ini merupakan novel dewasa, jadi saya beritahu nih. Ah, seharusnya kaver menampilkan batasan usia juga ya :”). So, adik-adik, Kakak himbau supaya tidak membaca novel ini sebelum berusia 18 tahun ya. ;)
Saya rasa apa yang saya utarakan untuk novel ini sudah cukup. Ah hampir lupa, saya acungkan jempol untuk kaver novel ini. Saya suka warna dan konsep kavernya.
Secara keseluruhan, President’s Order adalah sebuah novel yang recommended sekali bagi kalian yang tidak suka novel yang pure romance! Bacalah! Novel ini memberikan pengalaman membaca yang berbeda!
4 OF 5 STARS!!!

“Aku lebih memilih mengucapkan ‘see you’—sampai jumpa—daripada ‘goodbye’—selamat tinggal, karena aku tidak akan pernah meninggalkanmu sepenuhnya tanpa kemungkinan bahwa kita akan kembali bertemu.” | Hlm. 130



XO,
PutriPramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon