The Romantics by Yuli Pritania | Book Review





Judul : The Romantics
Penulis : Yuli Pritania
Penerbit : Novela (PT Bentang Pustaka)
Terbit : Agustus, 2016
ISBN : 9786022912545
Jumlah Hlm : 146 hlm
*

Kata orang, cinta pada pandangan pertama itu hanya mitos. Getar di dada yang muncul saat kali pertama berjumpa tidak akan bertahan selamanya. Cinta membutuhkan proses yang lebih dari sekali pandang.
Namun, bagi Juliana, debaran di dadanya untuk Tyo itu nyata. Bagi Ben, keinginan untuk terus berada di dekat Nina itu semakin kuat. Dan, bagi Langit, Aruna adalah keindahan yang ingin ia miliki.
Mereka adalah orang yang merasakan hangatnya pertemuan pertama. Meski cemas jika tak berbalas, dan takut kehilangan, mereka akan memperjuangkan cintanya. Mungkinkah cinta pada pandangan pertama mereka berakhir bahagia?

*


Kopi selalu sama. Seperti putaran hidup yang tidak pernah berbeda. Manis di awal, kemudian diikuti rasa pahit hingga akhir, lalu habis. Usai begitu saja. Seperti manusia yang menjalani hidup. Lahir untuk kemudian mati, memenuhi siklus hidup yang terus-menerus berjalan tanpa henti. Seseorang lahir, mati, kemudian digantikan oleh seseorang yang lain. Yang jika beruntung akan selalu diingat, tapi jika sial, dengan cepat terlupakan begitu saja.—The First Coffee


The Romantics adalah sebuah antologi yang terdiri dari 6 cerita pendek, yaitu: The First Coffee, Every Moment of You, Once in a Wedding, Le Flash, The Portrait of You, dan Iugis.
Seperti judulnya, setiap cerita pendek berkisah tentang romantisme. Pada antologi ini, penulis memfokuskannya pada romantisme dari pertemuan pertama. Ada satu kutipan dari pengantar penulisnya yang kusuka, yaitu: “And I think falling in love is one of those moments, especially the one at the first sight. Rare, but indeed exist.Rare, but indeed exist. Yup, kisah jatuh cinta pada pandangan pertama itu digambarkan dalam setiap kisah dalam buku ini. Menarik banget!
Karena hanya membahas love at the first sight dengan berbagai sudut pandang dan variasinya, buku ini terkesan begitu polos dan lugu. Hal yang saya sukai dari antologi ini. Dengan begitu jujur penulis berkisah bahwa cinta pada pandangan pertama itu ada. Dan dengan berbagai sudut pandang itulah, saya justru suka dengan setiap kisahnya. Terasa segar dengan variasi jatuh cinta pada pandangan pertama dalam setiap kisahnya.
Gaya bahasanya pun meskipun agak kaku, mampu untuk menjelaskan perasaan menggebu-gebu yang muncul saat merasa tertarik karena suatu hal untuk pertama kalinya. Menggebu dalam artian orang tersebut merasa tertarik karena adanya cinta. Semula saya adalah bagian dari orang yang kurang percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Kenapa? Karena jika jatuh cinta pada pandangan pertama, pastilah hal itu karena nafsu. Pasti ada sesuatu yang mata “lihat” sehingga membuat otak memprosesnya menjadi perasaan “cinta”. Lalu saya ingat bahwa, love is different with lust. This book is actually telling me about love at the first sight, not lust at the first sight. Saya sama sekali tidak merasakan “nafsu” dalam setiap kalimat yang penulis tulis. Saya hanya merasakan cinta tanpa interupsi dari nafsu yang menginginkan ciuman maupun hal lainnya.

“Bersedih adalah perbuatan sia-sia. Dunia kamu mungkin hancur, tapi siapa yang bakal peduli selain diri kamu sendiri? Besok juga matahari terbit lagi, orang lain sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, kamu bakal tetap bangun, makan, dan akhirnya kembali ke rutinitas sehari-hari. Seseorang pergi dari hidup kamu dan kenyataan pahitnya, kamu nggak mati atau setidaknya amnesia agar bisa melupakan itu semua. Satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah hidup dengan semua kesengsaraan itu. Menerimanya sebagai salah satu bagian dalam fase hidup kamu yang panjang.”—Once in a Wedding

Meskipun ada banyak kebetulan yang terjadi dalam buku ini, saya tidak terlalu merasa terganggu dengan itu semua. Justru saya suka dengan kisahnya karena romantisme yang hadir terasa manis. Ya, meskipun itu membuat iri juga sih, hehehe :’D
Karena buku ini adalah sebuah antologi, review ini terasa kurang kalau saya tidak meyebutkan cerita favorit saya. Sebenarnya, saya suka semua cerpennya. Tapi yang membuat saya agak histeris setelah membacanya yaitu Every Moment of You. Cerpen itu berkisah tentang dua orang yang sebenarnya saling memperhatikan satu sama lain, tapi menahan perasaan penasarannya. Argh, saya speechless mau cerita bagaimana karena saya sangat menyukainya. Saya paling suka bagian akhir dari cerpen itu, saat akhirnya saya tahu namanya. :’)
Overall, The Romantics adalah sebuah kumpulan cerita pendek jatuh cinta pada pandangan pertama. Setiap kisahnya terasa segar, lugu, polos, dan menarik. Kalian yang ada pulsa, voucher playstore/playbook, atau saldo atm, boleh banget kalian beli antologi ini di Google Playbook. Murah kok kayanya sekarang harganya 15000, aku sih belinya waktu awal-awal jadi harganya lebih murah. :)
4 of 5 STARS!!!

Pernikahan, jika dilakukan bersama orang yang tepat, menawarkan kebahagiaan yang tidak akan pernah ada habis-habisnya. Iugis. Tanpa akhir.—Iugis 



XO,
PutriPramaa



0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon